Seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang kekuatan penyebaran e-mail yang luar biasa, menjadi pertanyaan bagi kita bagaimana kalau seandainya isu negatif telah tersebar dan terjadi snow ball effect?
Belajar dari kasus Teh Botol Sosro dalam menangani isu Kandungan Hidroxylic, penulis mau sharing langkah-langkah yang dilakukan managemen Sosro untuk menanggulangi krisis ini. Penanganan ini tentunya bisa dijadikan referensi bagi merek apa saja yang mungkin mengalami kasus serupa di kemudian hari.
Isu Negatif
Berikut isu negatif yang menimpa Teh Botol Sosro yang menyebar melalui media online:
“Seorang anak menunjukkan gejala kecanduan minum teh botol. Ibunya yang bernama Martini menemukan berita mengenai kandungan berlebihan Hidroxylic Acid di dalam teh botol sosro di Internet. Ia langsung ingat, anaknya tadi siang baru saja menghabiskan tiga botol teh yang dibungkus dalam berbagai kemasan dan merek ini, celaka!. Lantas ibu itu mengkonfirmasi ke Dr. Priyadi Handoko, ahli kesehatan dari IKDN, “Sedetik saja gejala kelebihan ini terlambat ditangani, nyawa pasien akan melayang” katanya.
Setelah dikonfirmasi ke Humas Sosro, jawabannya standar, bahwa teh sosro sudah lolos uji POM. Katika ditanya mengenai kadar, jawabannya humas adalah membanting telpon. Hydroxylic Acid adalah simbol keangkuhan industri besar makanan. Kini anak Marini masih tergolek di tempat tidur dengan manangis. Marini bingung, apa yang harus dilakukan sekarang. Untuk mengobati kecanduan anaknya, dia tidak punya biaya.
Please spread the words. Sebarkan berita ini kepada orang-orang yang kamu sayangi, sebelum semuanya terlambat? Perangi hydroxylic acid! Perangi teh Botol Sosro.
Bagaimana Dampaknya?
E-mail di atas mulanya muncul di salah satu mailing list, namun kemudian menyebar secara cepat ke e-mail personal, facebook, twitter, blog, dan media online lainnya menembus lintas media, waktu, negara dan kalangan. Betapa dahsyatnya penyebaran isu ini menyebabkan karyawan, komisaris dan share holder resah dan gelisah karena mereka selalu mendapatkan banyak pertanyaan dari pelanggan maupun teman-teman terdekatnya, dan mereka tidak mengetahui apa dan bagaimana harus merepon isu tersebut.
Beberapa mitra bisnis bahkan ada yang menangguhkan supply-nya, sehingga secara otomatis permintaan terhadap produk itu menurun. Khusus kaum ibu sebagai orang tua balita dan yang peduli kesehatan mulai mempertanyakan isu ini di berbagai media online dan bahkan sampai langsung berhenti mengkonsumsi. Mereka ada yang memberi bantahan namun ada juga yang ikut mengumpat.
Kalau isu ini tidak ditangani segera, maka akan berdampak buruk terhadap image merek dan perusahaan. Ia akan dipersepsikan sebagai perusahaan yang tidak jujur dan tidak professional. Hal ini tentu sangat merugikan mengingat teh botol sosro merupakan merek yang sangat lama memasyarakat dan menjadi konsumsi ratusan juta konsumen di Indonesia.
Apa Langkah Yang Dilakukan?
Karena isu ini sudah berkembang bagaikan virus, maka prinsip penanganannya tidak menggunakan SOP regular, namun lebih mengutamakan kecepatan untuk merespon atau memberikan feedback, kemudian diikuti dengan “Kebenaran” dan Kelengkapan Informasi. Prioritas penanganan adalah melokalisir dan menetralisir secara objektif agar citra merek Teh botol sosro tidak menjadi buruk, serta citra perusahaan tidak kehilangan kredibilitas.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh managemen Sosro adalah sebagai berikut:
Satu, Ke Internal Stake Holder
Mengutamakan kalangan internal perusahaan tahu dan memahami masalah dan penjelasannya, agar menjadi tenang dan berperan memberikan penjelasan. Langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
- Membuat Memo Internal yang ditandatangani oleh Presiden direktur yang menginformasikan bahwa perusahaan sudah dan sedang menangani problem. Selanjutnya akan diberikan arahan bagi semua karyawan langkah dan panduan untuk merespon isu, dan terakhir akan menunjuk team khusus untuk menanganinya.
- Membentuk team khusus sebagai crisis center. Tugas team ini membuat dan menyebarkan prosedur penanganan dan materi jawaban dengan penjelasan standar, panduan Q&A dan memberikan update terbaru kepada karyawan.
- Memberikan kewenangan semua pihak internal untuk me-re-blast / reply e-mail dengan panduan jawaban yang telah disiapkan
Dua, Ke External Perusahaan
Setelah langkah ke internal perusahaan sudah dilakukan, selanjutnya melakukan langkah proaktif ke external perusahaan dengan cara sebagai berikut:
- Membuat pernyataan resmi di situs perusahaan, dengan link situs referensi /wikipedia, Blog pembuat hoax, dan situs berita yang membuat berita isu tersebut.
- Melakukan e-mail blasting oleh team khusus, serta seluruh kalangan internal baik yang menerima maupun tidak menerima e-mail hoax.
- Menyediakan contact center, untuk penjelasan pertanyaan lebih lanjut.
- Melakukan monitoring media online pada milis-milis, Blog, dan situs untuk mengetahui tren penyebaran serta perkembangan isu yang terjadi dan terbentuk.
- Memberikan penjelasan langsung kepada setiap orang saat berlangsungnya event perusahaan misalnya kunjungan pabrik, pameran, dan lain-lain.
- Penyebaran informasi yang sesungguhnya terjadi kepada situs berita online dan memanfaatkan jaringan online pribadi dari semua team sosro (Blog, FB, MS, FS, Twitter, dsb) dengan memasang informasi dan link ke materi yang relevan.
- Amplikasi ke media lain atau offline yakni advertorial liputan di detik.com, release melalui ad lips radio-radio utama di kota uama dan pengumuman di Koran Nasional.
Bagaimana Hasilnya?
Secara umum langkah yang diambil oleh pihak managemen sosro dapat menetralisir isu yang teleh menyebar. Hal ini dapat dilihat dari feedback yang masuk ke e-mail, pendapat di milis dan blog, respon lisan yang diterima, dan sikap pelanggan di lapangan secara umum. Namun penyebaran email Hoax dan sms belum tentu berhenti, baik karena belum tahu permasalahannya atau oleh pihak lain yang sengaja melakukannya.